MARGALUYU PUSAT

Semua mengenai Keilmuan Margaluyu
 
HomeRegisterLog in

Share | 
 

 Mengenaljati diri

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
baruklinting



Posts : 17
Join date : 2008-07-27
Age : 64
Location : Jakarta

PostSubject: Mengenaljati diri   Tue Aug 05, 2008 11:27 am

Siapa yang kenal dirinya, sungguh dia telah mengenal Rab nya.

Maunggal / Manunggaling kawula Gusti

Manunggal adalah kosa kata bahasa Jawa yang artinya bersatu. Kata “Manunggal” merupakan terminologie dari Manunggaling Kawulo GUSTI yang secara harfiah berarti Aku menyatu dengan AKU, Hidup menyatu denganHIDUP. Yang berujung Aku adalah AKU atau Hidup adalah HIDUP.

Allah sebagai Dzat yang memiliki ketakterhinggaan memiliki predikat tanpa batas atau Yang Maha..... Karena Ketakterhinggaanya (tak bisa dijangkau) melekat pada kuasa,kebesaran, kesucian, keadilan yang sulit dijangkau nalar.

Konsep manunggal sebagai pengertian yang menembus pada area ketakterhinggaan. Yang pada awal merupakan wewarah atau ajaran filsapat ternyata dapat dibuktikan secara ilmiah melalui matematik teori limit keterhinggaan yang menembus rahasia ketakterhinggaan.
Sehingga Manunggal tidak lagi merupakan filsafat, tetapi berubah menjadi ilmu yang ilmiah yang bisa dinalar secara universal terlepas dari unsur keberpihakan keyakinan manapun.

Orang bijak mengatakan bahwa jika suatu pengertian jika bisa dibuktikan secara matematis, maka pengertian akan menjadi ilmu yang ilmiah. Dan sebaliknya jika belum bisa dibuktikan secara matematis maka pengertian itu hanya merupakan satu filsafat.

Pertanyaanya, apakah Manunggal / manunggaling kawula GUSTI berbentuk
Filsafat atau berbentuk Ilmu ?
Mari kita telaah bersama. Dalam teori limit matematik, bahwa suatu bilangan jika dibagi dengan Nol menjadi tidak terhingga (X / 0).

Jika X = Y , maka jika X / Z menjadi sama dengan Y / Z.

Hal tersebut adalah matematik normal yang menjadi “syariat” operasi matematik.

Coba kita lihat jika ketakterhinggaan ditembus (membolehkan pembagian 0 dibagi 0),
dengan hukum "syariat matematik" X : X = 1 atau 10 : 10 = 1 atau suatu bilangan dibagi dengan bilangan yang sama hasilnya sama dengan satu. Maka terjadilah 0 : 0 = 1

(0 x 5) : 0 = (0 x 1000) : 0
(1 x 5)= (1 x 1000)
5 = 1000

Dengan cara pengerjaan tersebut (membolehkan pembagian dengan angka 0), maka terbongkarlah sesungguhnya rahasia angka-angka 1, 2, 9, 1000, atau 10000 atau berapapun itu sama saja, tidak ada bedanya.
Dalam bahasa agama, mulai dari raja, presiden, wali, kere, pengemis, kiayi, ustad, polisi, seniman, itu sama nilainya derajatnya jika dihadapkan kepada mereka yang mampu menembus rahasia ketakterhinggaan (yang membolehkan pembagian dengan angka 0: menenggelamkan bulatan dunia sebagai pusat orientasi).

Masalah utamanya adalah “wali matematik” tidak membolehkan pembagian dengan angka 0. Dalam logika “wali matematik” pembagian dengan menggunakan angka 0, adalah melanggar “syariat matematik”, yang hanya akan merusak jagad perhitungan matematik.

Dengan bahasan ini. Wewarah manunggal adalah berstatus ilmu pengetahuan (science) yang sejajar dengan ilmu pengetahuan lainya.

www.margaluyu-pusat.net/artikel.htm
Back to top Go down
View user profile http://www.margaluyu-pusat.net
Kusyandi



Posts : 2
Join date : 2008-10-31

PostSubject: Re: Mengenaljati diri   Fri Oct 31, 2008 3:07 pm

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya tertarik dengan thread ini, karena saya sendiri sedang dan terus mencari mengenai diri ini. Saya pernah menonton film Sunan Kalijaga yang bertarung dengan Syech Siti Jenar, di film ini diceritakan ketika Syech Siti Jenar dipanggil ke Dewan Wali untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dalam mengajarkan ilmu Manunggaling Kawula Gusti. Pada saat Syech Siti Jenar dipanggil beliau berkata bahwa Syech Siti Jenar tidak ada yang ada adalah Alloh, lalu ketika dipanggail Alloh, dia berkata Alloh tidak ada yang ada Syech Siti Jenar, akhirnya dipanggilnya dia dengan menyebut keduanya. Mungkin ini hanya cerita yang saya sendiri tidak tau kebenarannya, disini begitu jelas bagaimana sombongnya Syech Siti Jenar dengan pengetahuan tentang Alloh, mungkin Dewan Wali memanggilnya bukan karena ilmu yang diajarkannya tapi mungkin bagaimana mengajarkannya. Dari sini mulailah hati saya tergerak untuk mencari diri dengan segala ketidak mampuan dan kekuasaan karena hanya Alloh yang dapat memperkenalkan saya pada-Nya. Sedikit demi sedikit saya coba menggalinya dari buku Muslimin Muslimat yang diberikan Ayah saya untuk dipelajari, buku ini karangan Mama Asep (seorang guru tarikat Haqmaliyah) yang merupakan putra dari Syeh Haji Muhamad Kahfi. Mudah-2an cakrawala saya lebih terbuka jika ada teman untuk berdiskusi. Mohon maaf bila ada perkataan saya yang tidak berkenan.
Wassalamualikum Wr. Wb.
Back to top Go down
View user profile
 
Mengenaljati diri
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
MARGALUYU PUSAT :: Spiritual-
Jump to: